ff; -->

♥Ayu Sulistiyanti♥

♥ayuesulis.blogspot.com♥

Pages

  • Beranda

♥Blog Archive♥

  • ▼  2012 (9)
    • ▼  November (1)
      • ▼  21 Nov (1)
        • Teknologi Terbaru
    • ►  Maret (4)
      • ►  03 Mar (4)
        • Antara Aku dan Dirinya
        • Sang Mantan
        • Aku Kamu dan Dia
        • Dinding Hati
    • ►  Februari (4)
      • ►  06 Feb (1)
        • Perahu Kehidupan
      • ►  04 Feb (2)
        • Pertanda Kematian
        • Kisah 2 Bagian Hati
      • ►  01 Feb (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  November (6)
      • ►  22 Nov (2)
      • ►  17 Nov (1)
      • ►  11 Nov (2)
      • ►  07 Nov (1)

♥Followers♥

♥Blog List♥

♥A Thousand Years♥


Music Player

Rabu, 21 November 2012

Teknologi Terbaru

Diposting oleh AyuSulistiyanti di 13.33 0 komentar

Semua orang pasti ingin menguasai dunia. Yah, mungkin gak semua orang sih. Mungkin orang-orang yang suka nonton Pinky and The Brain aja. Intinya, kalo bisa menguasai dunia pasti bakal seru sih. Pada dasarnya kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau. Tapi, untuk menguasai dunia ini tentu sungguh membutuhkan banyak banget sumber daya, salah satunya teknologi.
Nah, untungnya sekarang ini teknologi udah berkembang dengan sangat pesat. Bahkan 5 teknologi smartphone terbaru di bawah ini pun bisa mendukung kamu untuk menguasai dunia!

1. Camera Burst

Untuk bisa menguasai dunia, tentu kamu harus mempelajari gerak-gerik musuh. Dengan kata lain, kemungkinan besar kamu harus menyusup ke markas musuh untuk bisa mempelajari rahasia mereka. Nah, ketika menyusup ke markas musuh, tentu kamu gak mungkin motret pake kamera DSLR dong? Kamu butuh kamera yang kecil. Kamera HP misalnya. Tapi, problemnya HP pada umumnya itu cuma bisa motret sekali-sekali dan speednya rendah. Untungnya, sekarang sudah ada teknologi yang memungkinkan smartphone untuk memotret dengan teknologi burst! Yes, sekali potret bisa dapet 20 frame sekaligus! Behh, manteb banget nih untuk kegiatan espionase!

2. Eye Tracking

Salah satu teknologi terbaru smartphone yang sungguh keren adalah eye tracking, yaitu sebuah teknologi dimana si smartphone bisa mendeteksi apakah mata kamu lagi ngeliat layar HP atau tidak. Sekarang sih fungsinya emang untuk energy saving, tapi bisa kamu bayangin dong guna teknologi ini di masa yang akan datang? Kamu bisa mengetahui kapan musuh kamu yang kepo itu ngecek-ngecekin sesuatu di HP kamu. Yah, siapa tau aja suatu saat nanti, teknologi ini makin berkembang dan dilengkapi dengan sinar laser yang bisa melumpuhkan orang-orang kepo di luar sana. Whoaa mejik!

3. Voice Recognition

Voice recognition mungkin sudah cukup lama ada di dunia smartphone. Tapi belakangan ini, voice recognition di HP semakin canggih. Kalo dulu untuk memerintahkan sesuatu perlu sebuah command yang sungguh spesifik, tapi sekarang kamu bisa menggunakan bahasa sehari-hari. Seperti yang kamu tau, menguasai dunia tentu butuh robot asisten pribadi. Repot loh menguasai dunia kalo gak punya asisten. Kamu bisa nyuruh si asisten robot ini untuk nelpon kesana-kemari, minta data, nyalain sesuatu dan lainnya.

4. Pop-up Play

Di masa lalu, mungkin kamu cuma bisa bikin rencana penguasaan dunia kamu di komputer. Ini tentu tidak praktis, karena komputer itu mobilitasnya rendah. Dulu kamu gak bisa melakukannya di smartphone, karena biasanya smartphone itu multi-taskingnya gak asik. Kamu gak bisa bener-bener melakukan 2 hal secara bersamaan, harus gantian gitu. Eh tapi, sekarang udah ada teknologi yang bertajuk Pop-up play, yaitu sebuah teknologi yang memungkinkan kamu untuk melakukan dua hal bersamaan di smartphone! Gila! Jadi kamu bisa ngetik-ngetik pidato penguasaan dunia kamu sambil nonton film yang menginspirasi kamu. Misalnya film…hmm film…Ya gitu lah.

5. Photo Tagging / Face Recognition

Face Recognition
Kamu gak akan bisa menguasai dunia secara sejati apabila kamu belum punya markas rahasia. Markas ini merupakan syarat utama seorang penguasa dunia. Nah, problemnya adalah: apakah kamu mau markas kamu bisa dimasukin orang sembarangan? Tentu tidak, dong? Nah, maka dari itu kamu harus mengaplikasikan sebuah teknologi yang sekarang udah hadir di smartphone, yaitu face recognition! Jadi nantinya, yang bisa masuk ke markas rahasia kamu cuma orang-orang yang wajahnya sudah dikenali sama komputer kamu! Orang gak dikenal, apalagi musuh, gak bisa masuk!
Nah, demikianlah. Seru ya teknologinya? Kapan yak ada teknologi gini beneran? Sambil nungguin, nontonin ini dulu aja nih. *lap iler*

Sabtu, 03 Maret 2012

Antara Aku dan Dirinya

Diposting oleh AyuSulistiyanti di 19.12 0 komentar


DIA,dia kini telah tiada.
Kini dia telah berbeda.
Tak lagi seperti saat dulu yang aku kenal.
Dia berubah.
Entah apa yang membuatnya seperti ini.
Dia yang dulu selalu menemaniku.
Dia yang selalu buatku tersenyum.
Dia yang dulu selalu mendengarkan ceritaku.
Tapi kini dia tak seperti dulu.
Aku seperti sudah tak mengenalnya lagi.
Dia kini terasa asing bagiku.
Kini dia menjauh,jauh dan semakin jauh.
Hingga kurasa aku tak kan sanggup menggenggam tangannya tuk kembali lagi.
Kini aku sendiri.
Tak lagi bersamanya.
Tak ada lagi yang menemaniku.
Tak ada lagi yang mengerti aku.
Tak ada lagi yang temaniku dalam suka duka.
Tak ada lagi canda tawanya.
Tak ada lagi senyum yang menghias di bibirnya.
Tak ada lagi tatapan mata yang indah itu.
Mungkin dia telah bosan denganku.
Bosan mendengar semua perkataanku.
Bosan dengan tingkah laku ku.
Ku ingin kau kembali sahabat.
Ku butuh dirimu menemani hari hariku lagi :'')

Sang Mantan

Diposting oleh AyuSulistiyanti di 19.09 0 komentar


Dulu, awal mengenalmu tak pernah terpikir tuk memilikimu.
Tapi setelah sekian lama mengenalmu, ada rasa yang aneh.
Entah dari mana asalnya.
Kini aku menyukaimu.
Ya, menyukaimu.
Tapi aku tak mungkin untuk mengungkapkannya.
Namun suatu ketika kau nyatakan itu.
Kau bilang kau menyayangiku.
Dan kau bilang kau ingin memilikiku.
Hingga akhirnya kita menjalani hubungan itu.
Kau selalu buat ku bahagia.
Kau buat ku tersenyum karna tingkahmu.
Kau buat aku mengerti apa arti cinta itu.
Kau buat aku berani mengenal cinta.
Canda tawa saat kita bersama.
Tapi itu dulu.
Ya, itu dulu.
Sebelum kau mengenal dirinya.
Dia yang lebih sempurna di banding aku.
Dia yang tak pernah ku tau siapa itu.
Dia yang buat kau tinggalkan aku begitu saja.
Aku tau aku tak sesempurna dirinya.
Tapi apa kau tau cinta ku lebih sempurna di banding dia.
Kini aku hanya bisa menangis.
Menangisi mengapa aku pernah menyayangimu.
Menangisi semua kebodohanku.Kau buat aku berubah.
Kau yang buat aku tak seperti dulu.
Kau yang buat ku tau apa itu cinta.
Tapi kau juga yang buat aku takut akan mengenal arti cinta lebih dalam.
Kini ku hanya bisa merenung.
Mengapa dulu ku memilihmu sebagai orang yang ku sayang.
Aku memang bodoh telah mempercayai semua kata-katamu.
Mungkin dulu kau hanya mempermainkan aku.
Dan aku terperangkap akan semua permainanmu itu.
Tapi kini ku coba untuk bangkit dan berdiri.
Ku tak mau terus teringat bayangmu.
Bayangmu yang telah hancurkan aku.
Bayangmu yang telah sakiti aku.
Tapi ingat lah wahai sang mantan.
Jika kau tak lagi bersamanya, jangan pernah kembali padaku.
Ku tak akan terjebak tuk ke-dua kalinya.
Bagiku, MANTAN tetaplah MANTAN.
Tak akan pernah kembali lagi.
Dalam hidupku aku sudah tak ingin mengenalmu lagi.
Pergilah kau ke neraka wahai mantan (y)

Aku Kamu dan Dia

Diposting oleh AyuSulistiyanti di 18.58 0 komentar


Awalnya aku dan kamu bahagia.
Kita dan dia pun bahagia.
Kita? Yah memang kita.
Ada aku kamu dan lagi lagi..dia.

Entah berawal dari mana semua itu berubah.
Aku dan kamu bagaikan tak saling mengenal.
Kamu tak menganggapku ada.
Kamu pun melupakan kenangan antara kita.
Melupakan semua yang berhubungan dengan aku.

Kemudian kamu dan dia pun bersatu.
Yahh dia yang dulu kita kenal bersama.
Dia pula yang membuat hubungan kita rentan.
Mungkin memang dia lebih segalanya dari aku.

Kita yang selalu ada untuk dia.
Kita yang selalu menemani dia.
Dan kita yang selalu membuat dia tersenyum.
Tapi itu dulu.

Kini kamu bahagia bersama dia.
Sedangkan aku dan dia?
Yahh kamu pasti tahu jawabannya.
Tidak begitu baik.

Aku yang selalu mengalah.
Aku pula yang harus rela.
Rela melepaskan dirimu bersama dia.
Dan menghapus semua mimpi yang pernah aku impikan bersama kamu ataupun kamu dan dia.

Semua hanya angan.
Aku yakin kamu tak mau lagi aku ada di antara kamu dan dia.
Aku sadar kini kamu telah memberikan seutuhnya kepada dia.
Sama seperti kamu dulu memberikan semuanya yang kau miliki kepadaku.
Termasuk hatii...


Aku pun rindu dia wahai sahabat.
Aku rindu kamu.
Aku pun rindu dia.
Aku rindu kamu kasih.

Bahagiaaa.. Impian semua orang..
Suksesss.. Keinginan tiap manusia.
Kini aku kamu dan dia bahagia.
Walau bahagia ini di cerita kehidupan yang berbeda.

Namun aku masih punya satu tujuan..
Suksesss.. Itu yang ingin aku raih.
Walau tanpa ada kamu lagi di sini, di sampingku.
Aku kamu dan dia.

Dinding Hati

Diposting oleh AyuSulistiyanti di 18.55 0 komentar








Jika hati ini di ibaratkan seperti sebuah dinding.
Dan suatu ketika kau menuliskan namamu di dinding itu.
Namun, ada orang yang tidak suka namamu ada di dinding itu.
Lalu dia menutupi namamu dengan sebuah cat.
Setelah beberapa saat berlalu, cat itu pun pudar.
Namun orang itu kembali datang untuk mengecatnya.
Hingga namamu kembali tertutup.
Tapi suatu ketika, saat cat itu pudar, ia lupa untuk mengecatnya kembali.
Namun ada seorang anak yang mencoret-coret dinding itu.
Sampai namamu kembali tak terlihat.
Walau namamu telah tertutup, tapi namamu akan selalu tersimpan di dinding hatiku itu. :)

Senin, 06 Februari 2012

Perahu Kehidupan

Diposting oleh AyuSulistiyanti di 12.19 1 komentar











Saat kita lahir, sebuah perahu telah menanti dengan dayung kuat yang siap mengayuh.
Perahu-perahu itu pun berlayar menuju lautan ganas yang kusebut kehidupan.
Sebagian dari kita membuang dayungnya.
Mereka berlayar mengikuti arus sehingga terjebak dalam tornado seks bebas atau pusaran kejahatan.
Sebagian lagi, mencoba melawan arus dengan mengayuh dayung menuju dermaga keberhasilan.
Tapi, tak semuanya berhasil karena kabut kesesatan tak akan tinggal diam, ia akan menutupi jalan sehingga mereka tersesat.
Dan hanya mereka yang bisa melihat cahaya mercusuarlah yang akan kembali menuju jalan yang benar.
Dari sekian banyak perahu, di sanalah kamu akan duduk.
Kebingungan dengan apa yang akan kau lakukan.
Perahu lain telah berlayar dan kau juga harus berlayar.
Kau ingin mengikuti perahu lain tapi takut tak sampai.
Hanya satu kalimat yang akan membimbingmu "Percayalah pada hatimu dan jalan akan terlihat."

Sabtu, 04 Februari 2012

Pertanda Kematian

Diposting oleh AyuSulistiyanti di 08.52 0 komentar

"Eh Rin Rin, sini deh." kata temanku itu dari arah dapur.
"Iya ada apaan sih emang?" jawabku sambil menghampirinya.
"Masa tadi kaya ada darah gitu di sini, nah iya di sini," katanya sambil menunjuk ke lantai dekat dispenser.
Aku segera menghampirinya. "Mana? Mana?" dan aku pun kaget setelah melihat ada bercak darah di situ.
"Nih, nih liat apa? Benerkan? Liat kan?"
Aku pun membatin, "Ya Tuhan, pertanda apalagi ini?"

*esok harinya*

Kejadian itu kembali terulang namun di tempat yang berbeda. Aku terus aja berdoa, agar kejadian seperti waktu itu tak terjadi lagi.
"Rin, bengong bae," kata Ricky sambil menepuk pundakku. Sontak aku langsung kaget.
"Ah engga, ga papa ko." jawabku.
"Bener ga papa? Ko kayanya gelisah banget?"
"Beneran. Tenang aja deh."
"Yaudah kalo gitu jan bengong lagi ya."
Aku hanya mengangguk, tapi selama pelajaran aku jadi ga konsen. Sumpah ya, ga tenang banget jadinya. Sampai akhirnya aku di tegur guru karna tak memperhatikan pelajaran.
"Rina, coba jawab pertanyaan yang ada di papan tulis!" kata guru itu.
"Hah.. Eng.. saya ga ngerti pak," jawabku.
"Makanya kalo lagi di jelasin tuh dengerin, jangan melamun mulu," katanya sambil membentakku. Aku hanya tertunduk lemah. Malu rasanya dibentak seperti itu. Hingga sampai bel pulang berbunyi, aku hanya terdiam.
Saat sampai di rumah, aku segera menuju ke kamar dan siap-siap untuk tidur siang. Tapi saat aku hendak memejamkan mata, bayangan itu datang lagi, bayangan saat Firda (sahabatku) meninggal tertabrak motor. "Ya Tuhan, apa maksud semua ini? Aku tak ingin semuanya terulang lagi," batinku. Ku tenangkan diriku dengan mencuci muka, lalu aku berkaca tapi bayangan itu tetap ada. Sejenak aku menangis dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya.
Aku pun keluar dari kamar dan menonton tv di ruang tengah. Tapi tiba-tiba lampu mati, aku bingung kenapa yang mati hanya rumahku saja? Padahal aku sudah membayar listrik. Dan tiba-tiba pintu terbuka, angin yang kencang pun masuk. Aku mulai ketakutan, aku ambil bantal yang ada di sofa dan memeluknya. Tapi itu semua percuma, justru malah bertambah horor di rumahku ini. Aku yang saat itu sudah ketakutan, hampir saja menangis. Sesaat kemudian ada bayangan yang datang menghampiriku, dan bayangan itu pun berkata, "Rina, kamu harus memberi tau Ricky kalo ayahnya akan meninggal. Dan hanya kamu yang dapat membantunya. Jika tidak, kamu akan melihat ayah Ricky meninggal dengan sangat mengenaskan." Bulu kudukku mulai berdiri, lalu aku menangis. Aku takut, aku tak bisa melakukannya. Tapi aku juga tak ingin melihat Ricky sedih. "Ya Tuhan, bantu aku untuk menyelesaikan semuanya."
Aku terduduk lemah di sofa, sampai akhirnya aku tertidur. Tapi malamnya, saat aku bangun, dia datang lagi. Sosok itu, sosok yang menghantuiku siang tadi.
"Apa mau kamu? Buat apa kamu selalu menggangguku?" kataku.
Dia pun mendekat, semakin dekat, dan sangat dekat. Dia menyentuh dadaku lalu berkata, "Gunakanlah perasaanmu jika kamu tak ingin semuanya terjadi."
Sesaat aku tertegun, apa maksud dari kata-kata itu. Tapi seketika itu juga sosok itu kembali menghilang. Namun dia kembali hadir di mimpiku. Dia kembali menghantuiku.

*keesokan harinya*

--kring kring--
Suara telpon pun berbunyi. Aku segera berlari menuju ruang tamu dan mengangkat telpon.
"Hallo ini siapa?" tanyaku.
"Rin... Rin.." jawab Ricky sambil menangis di ujung telpon sana.
"Kenapa Ric? Kenapa? Mengapa kamu mengangis?" aku mulai panik.
"Ayah Rin... Ayah... Ayahku meninggal."
"Hah? Kapan? Ya Tuhan, aku turut berduka cita atas kepergian ayahmu. Sudah jangan sedih lagi ya Ric, mungkin Tuhan telah merencanakan semuanya," kataku mencoba membuatnya tegar.
"Tapi Rin, aku sayang Ayah. Aku butuh ayah."
"Iya aku tau Ric. Tapi ini semua sudah terjadi. Ini semua takdir Tuhan. Yaudah, nanti aku akan ke rumah kamu."
Telpon pun ditutup.
Aku merenung, "Mengapa aku tidak memberi tau Ricky saat itu? Mungkin jika aku memberi taunya ini semua tidak akan pernah terjadi. Bodoh sekali aku ini. Ya Tuhan, maafkan aku." kataku dalam hati sambil menangis.
Aku kembali ke kamarku, tapi ternyata di kamar ada mereka. Mereka... Ayahnya Ricky dan Firda, mereka sedang duduk di tepian ranjang. Mereka menghampiriku dengan tubuh yang telah hancur dan penuh darah. Aku ketakutan dan menangis.
"Kalian mau apa? Kenapa kalian semua ada di sini?" tanyaku.
"Kami ingin mengajak mu ke alam kami. Karna kamu lah yang telah membuat kamu seperti ini. Agar kamu tau bagaimana rasanya jadi kami. Kenapa dulu kamu tidak pernah memberi tau kami jika kamu telah mengetahui semua ini sebelumnya? Mengapa?" kata Firda.
Tiba-tiba dia mencekikku. Aku berteriak, tapi... Suaraku tidak muncul sama sekali. Aku kembali memangis. Dan Firda pun melepaskan cekikannya. Dia menarik tanganku dan menuntunku ke cermin besar. Di cermin itu tampak kejadian saat Firda dan Ayah Ricky hendak meninggal. Aku hanya terdiam dan terus menangis."Kini aku tau apa mau kalian. Firda, Ayah Ricky, maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuat kalian seperti ini. Maafkan aku," kataku.
Firda menggenggam tanganku, dan dia meneteskan air mata di tanganku. Tapi... ternyata air mata itu berubah menjadi darah, dan darah itu pun menghilang. Seakan masuk ke dalam tanganku. Tubuhku gemetar, dan terasa berguncang. Sesaat kemudian aku sudah tak sadarkan diri. Saat aku bangun, aku sudah berada di makam Firda.
Ku liat sekeliling, kuburan ini nampak sangat menyeramkan. Dan ku liat tubuhku dipenuhi darah pada bagian tangan. Firda datang, ia kembali datang. Dia tertawa layaknya kuntilanak. Sekejab kemudian darah itu kembali menghilang. Firda menghampiriku dengan gaun putih yang sangat indah, namun gaun itu penuh darah. Dia memelukku, lalu menghilang begitu saja.
"Ya Tuhan, kenapa lagi ini? Apa maksud semuanya? Apa kau hendak mencabut nyawaku? Jika itu mau-Mu, aku ikhlas ya Tuhan. Aku ikhlas," batinku.
Aku pun pulang, tapi sungguh malang nasibku ini. Di tengah perjalanan ada sebuah truk tronton yang menabrakku. Kepalaku hancur berkeping-keping. Dan bagian tubuhku yang lain entah ada dimana. Kini, aku dapat menemani Firda, sahabatku. Terima kasih atas semuanya Firda. :")
Time: 04/02/2012 08:35:04

Kisah 2 Bagian Hati

Diposting oleh AyuSulistiyanti di 07.12 0 komentar








Bila diumpamakan hatiku terdiri dari 2 bagian.
Bagian yang tergambar dengan pulpen dan pensil.
Hati pensilku selalu terisi namun terus terhapus dengan penghapus yang bernama benci.
Sedangkan, hati pulpenku kosong sampai kau mengisinya.
Penghapus pun datang dan berusaha menghapus namamu.
Tapi namamu tetap tertulis di sana.
Penghapus tak tinggal diam, ia memanggil Tip-X.
Tip-X datang dan berusaha menghapusmu.
Cairan putihnya menutupi dan hati pulpenku kembali kosong.
Tapi namamu tidak terhapus.
Hanya tertutup cairan putih bernama salah paham.
Suatu saat aku yakin, cairan putih itu akan hilang dan namamu akan bersinar kembali.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)
 

♥Ayu Sulistiyanti♥ Girly Ayu Sulis | Blogger